kb1

Jumat, 20 November 2015

Pencahayaan Alami


Pencahayaan Alami 



Dalam dunia desain, tiada penerangan sebaik cahaya yang dihasilkan oleh cahaya matahari. Arsitek dan desainer akan selalu berusaha semaksimal mungkin mengolah terang alamiah ini untuk memberi jiwa pada rancangan mereka.
 
Lighting, dimata para arsitek dan desainer interior ditempatkan begitu tinggi. Orang-orang ternama di dunia dalam dunia arsitektur dan desain seperti Le Corbusier, Frank Lloyd Wright, Louis Isadore Kahn, Ricardo Legorreta, Richard Meier, Renzo Piano, Richard Kelly menempatkan lighting faktor sentral dalam dunia karya-karya mereka. “Light is the key to well-being” kata Le Corbusier. Ia juga bilang, “Space and light and order”. Those are the things that men need just as much as they need bread or a place to sleep. ”Dan yang paling kondang dari seluruh kutipannya adalah “The history of the struggle for light”.

Louis Isadore Kahn, seorang arsitek Yahudi kelahiran Estonia yang tumbuh menjadi arsitek kondang di AS juga meyakini, “All material in nature, the mountains and the streams and the air and we, are made of light which has been spent, and this crumpled mass called material casts a shadow, and the shadow belongs to Light”. Arsitek termasyhur lainnya, Frank



Lloyd Wright, berpandangan, “More and more, so it seems to me, light is the beautifier of the building”.
Renzo Piano, arsitek asal Italia yang merancang bangunan arsitektur terkemuka di kota Paris, Pompidou Center, juga tak kurang intensnya bergulat dengan pencahayaan dalam desain-desainnya. “Light has not just intensity, but also a vibration, which is capable of roughening a smooth material, of giving a three-dimensional quality to a flat surface”, katanya. Sementara Richard Kelly, arsitek asal AS yang secara khusus memfokuskan diri menjadi seorang lighting designer lebih dalam lagi menempatkan cahaya. “……visual truth lies in the structure of light”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar