Pencahayaan Alami
Dalam dunia desain, tiada penerangan sebaik
cahaya yang dihasilkan oleh cahaya matahari. Arsitek dan desainer akan selalu
berusaha semaksimal mungkin mengolah terang alamiah ini untuk memberi jiwa pada
rancangan mereka.
Lighting, dimata para arsitek dan desainer interior
ditempatkan begitu tinggi. Orang-orang ternama di dunia dalam dunia arsitektur
dan desain seperti Le Corbusier, Frank Lloyd Wright, Louis Isadore Kahn,
Ricardo Legorreta, Richard Meier, Renzo Piano, Richard Kelly menempatkan
lighting faktor sentral dalam dunia karya-karya mereka. “Light is the
key to well-being” kata Le Corbusier. Ia juga bilang, “Space
and light and order”. Those are the things that men need just as much as they
need bread or a place to sleep. ”Dan yang paling kondang dari seluruh
kutipannya adalah “The history of the struggle for light”.
Louis Isadore Kahn, seorang arsitek Yahudi kelahiran Estonia yang tumbuh menjadi arsitek
kondang di AS juga meyakini, “All
material in nature, the mountains and the streams and the air and we, are made
of light which has been spent, and this crumpled mass called material casts a
shadow, and the shadow belongs to Light”. Arsitek termasyhur lainnya,
Frank
Lloyd Wright, berpandangan,
“More and more, so it seems to me, light is the beautifier of the building”.
Renzo
Piano, arsitek asal Italia yang merancang
bangunan arsitektur terkemuka di kota Paris, Pompidou Center,
juga tak kurang intensnya bergulat dengan pencahayaan dalam desain-desainnya. “Light
has not just intensity, but also a vibration, which is capable of roughening a
smooth material, of giving a three-dimensional quality to a flat surface”,
katanya. Sementara Richard Kelly, arsitek asal AS yang
secara khusus memfokuskan diri menjadi seorang lighting designer lebih
dalam lagi menempatkan cahaya. “……visual truth lies in the structure of
light”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar